Pemenang dan Pecundang

Hadapi Dunia

Hadapi Dunia

Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban.
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.

Pemenang selalu punya program.
Pecundang selalu punya kambing hitam.

Pemenang selalu berkata, ”Biarkan saya yang mengerjakannya”.
Pecundang selalu berkata, ”Itu bukan pekerjaan saya”.

Pemenang selalu melihat jawaban dalam setiap masalah.
Pecundang selalu melihat masalah dalam setiap jawaban.

Pemenang selalu berkata, ”Itu memang sulit, tapi kemungkinan bisa”.
Pecundang selalu berkata, ”Itu mungkin bisa, tapi sulit”.

Saat Pemenang melakukan kesalahan dia berkata, ”Saya salah”.
Saat Pecundang melakukan kesalahan dia berkata, ”Itu bukan salah saya”.

Pemenang membuat komitmen-komitmen.
Pecundang membuat janji-janji.

Pemenang punya impian-impian.
Pecundang punya tipu muslihat.

Pemenang berkata, ”Saya harus melakukan sesuatu”.
Pecundang berkata, ”Harus ada yang dilakukan”.

Pemenang adalah bagian dari tim.
Pecundang melepaskan diri dari tim.

Pemenang melihat keuntungan.
Pecundang melihat kesusahan.

Pemenang percaya pada menang dan menang (win-win).
Pecundang percaya mereka harus menang, orang lain harus kalah.

Pemenang melihat potensi.
Pecundang melihat yang sudah lewat.

Pemenang seperti thermostat, alat pengatur atau penyeimbang panas.
Pecundang seperti thermometer.

Pemenang memilih apa yang mereka katakan.
Pecundang mengatakan apa yang mereka pilih.

Pemenang menggunakan argumentasi keras dengan kata-kata lembut.
Pecundang menggunakan argumentasi lunak tapi dengan kata-kata yang keras.

Pemenang berpegang teguh pada nilai-nilai, tetapi bersedia berkompromi pada hal-hal remeh.
Pecundang berkeras pada hal-hal remeh tetapi mengkompromikan nilai-nilai.

Pemenang menganut filosofi empati, ”Jangan berbuat kepada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat kepada Anda”.
Pecundang menganut filosofi, ”Lakukan kepada orang lain sebelum mereka melakukannya kepada Anda”.

Pemenang membuat sesuatu terjadi.
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi.

Diambil dari “Kata-Kata Motivasi Dosis Tinggi” karangan William Tanuwidjaja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s