Keinginan atau Kebutuhan?

Terkadang ketika kita berjalan ke mal, tempat perbelanjaan, dan sebagainya, kita melihat suatu barang dan tak jarang timbul rasa keinginan untuk memilikinya. Padahal barang itu sejenis dengan yang sudah dimiliki. Misalnya handphone baru. Dengan spesifikasi yang menggiurkan lantas kita jadi ingin membelinya. Membeli karena mengikuti nafsu (kepuasan) diri semata, mungkin juga ada faktor gengsi.

Ada juga yang berpikiran, “Ah buat apa saya beli lagi handphone yang baru? Walaupun fiturnya lebih canggih ini dan itu, yang penting kebutuhan saya untuk berkomunikasi dengan handphone lama saya ini sudah terpenuhi.”

Memang menjadi pilihan pribadi masing-masing lebih cenderung ke tipe yang mengikuti keinginannya atau yang penting kebutuhannya terpenuhi.

Dibalik itu semua, menurut saya, alangkah lebih baik sebelum membeli sesuatu, luangkan beberapa detik untuk memikirkan ini:

  • Ini keinginan atau kebutuhan ya?
  • Perlu banget tidak ya kalau beli ini sekarang?

Kalau Anda sendiri lebih cenderung ke mana?
Mengikuti keinginan atau berlandaskan kebutuhan?
Atau jangan-jangan menuruti keinginan itu merupakan kebutuhan?

Post ini tercipta dengan inspirasi dari nasihat ayah saya.

Akhir kata, salam sejahtera untuk kita semua.

Posted from WordPress for BlackBerry.