Apresiasi, Kritik, dan Saran untuk Xtrans

17 Juli 2013

Siang hari yang cerah di Bandung, ceritanya saya ingin kembali ke Jakarta. Saya kembali menggunakan travel langganan saya yaitu Xtrans. Mengapa? Karena Xtrans memberikan harga khusus bagi para mahasiswa.

Tulisan ini tercipta dalam perjalanan menuju Jakarta dengan travel bersangkutan.

Ada hal yang berbeda dan ingin saya ceritakan di sini. Berangkat dari Bale Xtrans pukul 11:15 WIB tujuan Jatiwaringin, ternyata hanya saya sendiri yang berangkat dalam bus travel, tentunya bersama pak supir.

Ketika saya sudah di dalam bus travel, pak supir kemudian datang dan menyapa saya dengan begitu hangatnya. Dia juga tersenyum ikhlas kepada saya. Saya kemudian bertanya kepada beliau.

“Pak, apakah travel tidak rugi kalau hanya ada satu penumpang yang berangkat?”, tanya saya.

“Oh tidak Mas, travel masih tetap untung kok. Saya juga beberapa kali berangkat antara Jakarta-Bandung tanpa penumpang, namun travel masih untung terus”, jawab pak supir dengan hangat disertai senyuman.

“Wah begitu ya, syukurlah kalau begitu hehe”, balas saya.

Ternyata walau hanya 1 orang juga travel tetap tidak rugi. Yang membuat saya terkesan kali ini adalah pak supir yang begitu baik dan hangat kepada saya.

Terima kasih Xtrans yang tetap melayani pelanggannya dengan baik walau yang berangkat hanya 1 orang. Bersyukurlah Xtrans memiliki supir yang baik hati dan ramah yang salah satunya seperti bapak supir ini.

Apresiasi juga untuk Call Center Xtrans yang ramah dan selalu available walaupun sedang jam sibuk.

Sekian apresiasi dari saya, namun ada hal yang membuat saya heran dan ingin mengkritisi.

Terdapat stiker dengan tulisan “WAJIB GUNAKAN SABUK PENGAMAN DEMI KESELAMATAN ANDA” yang bisa penumpang jumpai dalam bus travel. Saya lebih sering menemukan bahwa sabuk pengaman tersebut tidak ada di kursi penumpang. Walaupun ada, sabuk tersebut berada di bawah kursi dan sulit untuk dijangkau.

Agak ironi sepertinya disuruh (wajib) menggunakan sabuk pengaman demi keselamatan namun sabuknya tidak ada atau sulit dijangkau.

Saya sudah beberapa kali naik Xtrans. Demi Xtrans yang lebih baik dan memanjakan pelanggan, saya memiliki beberapa saran untuk Xtrans yang merupakan travel langganan saya ini.

Saran pertama adalah perbanyak lagi armada Xtrans. Kemacetan yang sering terjadi dan tak menentu, sering membuat keberangkatan sangat tergantung pada bus kedatangan sehingga keberangkatan menjadi tertunda. Dengan lebih banyaknya armada, ketergantungan itu bisa dikurangi dan keberangkatan bisa terus tepat waktu.

Saran kedua adalah munculkan kembali dan mudahkan akses sabuk pengaman untuk para penumpang. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, namun setidaknya sabuk pengaman bisa membuat penumpang merasa lebih aman dalam perjalanan.

Sekian dari saya dan semoga Xtrans tetap menjadi pelopor on-time shuttle dan terus bisa memuaskan para pelanggannya.

Posted from WordPress for BlackBerry.